Jika Anda menggunakan Ruijie Reyee Gateway RG-EG105G, EG210G-P, EG310GH-P, EG209GS, langkah konfigurasi Load Balance Multi ISP adalah sebagai berikut.
Topologi Contoh
ISP 1 (100 Mbps)
│
WAN1
│
Ruijie EG
│
LAN
│
Switch
ISP 2 (50 Mbps)
│
WAN2
Langkah 1: Konfigurasi WAN
Masuk ke:
Gateway
→ Config
→ Network
→ WAN
Atur masing-masing WAN:
WAN1
Connection Type : DHCP / PPPoE
Bandwidth Down : 100 Mbps
Bandwidth Up : 20 Mbps
WAN2
Connection Type : DHCP / PPPoE
Bandwidth Down : 50 Mbps
Bandwidth Up : 10 Mbps
Pastikan kedua ISP sudah status Online.
Langkah 2: Aktifkan Multi-WAN
Masuk ke:
Gateway
→ Config
→ Network
→ WAN
→ Load Settings
Pilih:
Load Mode = Load Balancing
Bukan:
Active / Secondary
Karena Active/Secondary hanya failover.
Langkah 3: Pilih Metode Load Balance
Ruijie menyediakan beberapa metode.
Based on Connections (Paling Umum)
Load Balancing Policy
→ Based on Connections
Cocok untuk:
- Kantor
- Sekolah
- Warnet
- Hotel
Koneksi baru akan dibagi ke ISP1 dan ISP2.
Based on Source IP
Load Balancing Policy
→ Based on Src IP Address
Cocok jika ingin:
User A selalu lewat ISP1
User B selalu lewat ISP2
Session lebih stabil untuk aplikasi tertentu.
Smart Load Balancing
Load Balancing Policy
→ Smart Load Balancing
Fitur AI Reyee akan mempertimbangkan:
- Bandwidth masing-masing ISP
- Beban aktual
- Jenis aplikasi
- Prediksi trafik jaringan
Biasanya ini pilihan terbaik untuk implementasi modern.
Langkah 4: Atur Weight
Jika menggunakan:
Based on Connections
atau
Based on Src IP
Anda harus mengatur Weight.
Contoh 100 Mbps + 50 Mbps
WAN1 Weight = 2
WAN2 Weight = 1
Artinya:
≈ 67% trafik ke ISP1
≈ 33% trafik ke ISP2
Contoh 200 Mbps + 100 Mbps
WAN1 Weight = 2
WAN2 Weight = 1
Contoh 300 Mbps + 100 Mbps
WAN1 Weight = 3
WAN2 Weight = 1
Semakin besar weight, semakin banyak trafik yang diarahkan ke WAN tersebut.
Langkah 5: Save dan Testing
Klik:
Save
Kemudian lakukan pengujian:
Monitoring Session
Monitor
→ Online Users
atau
Monitor
→ Traffic Statistics
Anda akan melihat trafik berjalan di kedua ISP.
Jika Ingin Failover Saja
Misalnya:
ISP1 = Fiber Utama
ISP2 = Starlink Backup
Pilih:
Load Mode
→ Active / Secondary
Lalu:
WAN1 = Primary
WAN2 = Secondary
Saat ISP1 mati, seluruh trafik otomatis pindah ke ISP2. Saat ISP1 kembali normal, trafik akan kembali ke jalur utama.
Hal yang Sering Disalahpahami
Banyak orang mengira:
ISP1 = 100 Mbps
ISP2 = 50 Mbps
maka akan menjadi:
150 Mbps untuk 1 user
Tidak demikian. Load balancing membagi session/koneksi ke beberapa ISP, bukan menggabungkan bandwidth untuk satu koneksi tunggal. Satu download atau satu speedtest biasanya tetap menggunakan salah satu jalur WAN, sedangkan banyak pengguna atau banyak sesi akan tersebar ke kedua ISP.
Rekomendasi untuk Kantor 20–100 User
Jika Anda memiliki:
- ISP1 Fiber 100 Mbps
- ISP2 Fiber 50 Mbps
Gunakan:
Load Mode : Load Balancing
Policy : Smart Load Balancing
WAN1 Bandwidth : 100 Mbps
WAN2 Bandwidth : 50 Mbps
Konfigurasi ini biasanya memberikan distribusi trafik yang lebih optimal dibanding pengaturan weight manual karena Reyee mempertimbangkan kondisi link secara dinamis.
0 comments:
Post a Comment